Rabu, 19 Februari 2014

Gerbang kota batavia

Sejarah

Bila Anda tengah berada di Perth,
ibu kota Western Australia, silakan
luangkan waktu ke Fremantle dan
berkunjung ke Maritime Museum -
Shipwreck Galleries. Di sana dapat
dijumpai sebagian lambung kapal
dagang Hindia Belanda (VOC)
bernama Batavia serta replika
gerbang Kota (Oud Batavia) atau
dikenal sebagai Batavia Portico.
Gerbang nan malang ini mengalami
nasib mengenaskan, terbenam
bersama kapal Batavia sekitar 343
tahun sampai akhirnya
diselamatkan lewat sebuah projek
pengangkatan artefak bersama
sebagian harta karun kapal, seperti
bagian lambung kapal, meriam,
pistol, koin, peralatan makan serta
kain-kain berenda—dibuat dengan
pola khusus sebagai penanda
hanya dimiliki oleh kapal Batavia.
Pelayaran perdana kapal dagang
Hindia Belanda bertajuk Batavia
dimulai 27 Oktober dari Texel,
Negeri Belanda dan dikomandoi
Kapten Francisco Pelsaert. Tidak
dinyana, di awal keberangkatan
telah muncul berbagai ambisi
pribadi yang mendorong terjadinya
pemberontakan.
Setelah melayari perairan Cape
Town, Afrika Selatan, pada 4 Juni
1629 Batavia mengalami nahas di
Morning Reef, gugusan karang yang
berlokasi di Pulau Beacon, salah
satu satu pulau di dalam gugusan
Wallabi Group, Kepulauan Houtman
Abrolhos di Australia Barat.
Hampir separuh penumpang
tenggelam, sisanya menyelamatkan
diri dengan perahu ke pulau
terdekat. Sementara Kapten
Pelsaert meminta bantuan dengan
berlayar ke Batavia atau kini
Jakarta.
Sayangnya, setelah berhasil
mencapai Jakarta dan kembali
sekitar dua bulan kemudian,
Kapten Pelsaert menjumpai jumlah
korban selamat jauh menyusut
akibat pembunuhan yang dilakukan
pemberontak. Dari penumpang
sebanyak 341 orang, ia berhasil
membawa pulang ke Jakarta
sebanyak 68 saja.
Kisah karamnya kapal Batavia
tumbuh subur di kalangan warga
setempat, termasuk dituangkan
dalam kisah fiksi dan non-fiksi.
Akhirnya pada 4 Juni 1963, Max
dan Graham Cramer menyelam ke
situs bangkai Batavia untuk
pertama kali. Selanjutnya, kurun
1970 – 1974 adalah tahun-tahun
sibuk para peneliti dan penyelam
dalam mengumpulkan artefak
Batavia dari dasar laut.

Senin, 17 Februari 2014

Re: JET Stream"mendorong pergeseran cuaca"

(Sumber: AFP, infografis diolah KOMPAS)

Sains

Penelitian baru menunjukkan
bahwa sistem utama yang
membantu menentukan cuaca di
bagian utara Eropa dan Amerika
mungkin mengalami perubahan.
Studi menunjukkan bahwa kondisi
yang dikenal dengan sebutan jet
stream terjadi dalam waktu yang
lama.
Jet stream merupakan aliran udara
dengan kecepatan tinggi di
atmosfer yang mempengaruhi
cuaca.
Kondisi ini menyebabkan cuaca tak
berubah dalam waktu yang cukup
lama, seperti dilaporkan
Koresponden Sains BBC News di
Chicago, Pallab Ghosh.
Hasil penelitian ini disampaikan
dalam pertemuan tahunan Asosiasi
Amerika untuk Kemajuan Sains
AAAS di Chicago.
Pemanasan yang terjadi di laut
Arktika bisa jadi terjadi akibat
kondisi tersebut. Temperatur telah
meningkat dua sampai tiga kali
lebih cepat dibandingkan dengan
belahan bumi yang lain.
Menurut Prof Jennifer Francis dari
Universitas Rutgers di New Jersey:
"Ini menunjukkan terjadi
perubahan pola cuaca dan orang
menyadari kondisi cuaca di wilayah
mereka tidak seperti dulu."
Arus udara yang berliku ini disebut
sebagai penyebab badai yang
terjadi di Inggris dan musim
dingin di sejumlah wilayah
Amerika Serikat yang terjadi
dalam waktu yang cukup lama.
"Kita menduga kondisi yang sama
lebih sering terjadi," jelas Prof
Francis.
Kondisi cuaca ekstrim di Inggris, AS
dahn Australia menimbulkan
sejumlah pertanyaan, apakah
kondisi ini disebabkan oleh
perubahan iklim ? Menurut Prof
Francis, masih terlalu dini untuk
menyimpulkan.
"Pemanasan laut Arktika terjadi
dengan cepat hanya dalam waktu
15 tahun terakhir," jelas dia.
Menurut dia data yang mereka
miliki sangat sedikit untuk dapat
menyimpulkan apakah kondisi
cuaca itu diakibatkan perubahan
iklim.
"Tetapi ketika jika mendapatkan
data yang lebih banyak, saya
berpikir kami akan mulai melihat
pengaruh dari perubahan iklim."
(Sumber: bbc.co.uk/indonesia )

Pada 18 Feb 2014 13.25, "cyber blue" <bluecyber09@gmail.com> menulis:

(Sumber: AFP, infografis diolah oleh KOMPAS)

Sains

Penelitian baru menunjukkan
bahwa sistem utama yang
membantu menentukan cuaca di
bagian utara Eropa dan Amerika
mungkin mengalami perubahan.
Studi menunjukkan bahwa kondisi
yang dikenal dengan sebutan jet
stream terjadi dalam waktu yang
lama.
Jet stream merupakan aliran udara
dengan kecepatan tinggi di
atmosfer yang mempengaruhi
cuaca.
Kondisi ini menyebabkan cuaca tak
berubah dalam waktu yang cukup
lama, seperti dilaporkan
Koresponden Sains BBC News di
Chicago, Pallab Ghosh.
Hasil penelitian ini disampaikan
dalam pertemuan tahunan Asosiasi
Amerika untuk Kemajuan Sains
AAAS di Chicago.
Pemanasan yang terjadi di laut
Arktika bisa jadi terjadi akibat
kondisi tersebut. Temperatur telah
meningkat dua sampai tiga kali
lebih cepat dibandingkan dengan
belahan bumi yang lain.
Menurut Prof Jennifer Francis dari
Universitas Rutgers di New Jersey:
"Ini menunjukkan terjadi
perubahan pola cuaca dan orang
menyadari kondisi cuaca di wilayah
mereka tidak seperti dulu."
Arus udara yang berliku ini disebut
sebagai penyebab badai yang
terjadi di Inggris dan musim
dingin di sejumlah wilayah
Amerika Serikat yang terjadi
dalam waktu yang cukup lama.
"Kita menduga kondisi yang sama
lebih sering terjadi," jelas Prof
Francis.
Kondisi cuaca ekstrim di Inggris, AS
dan Australia menimbulkan
sejumlah pertanyaan, apakah
kondisi ini disebabkan oleh
perubahan iklim ? Menurut Prof
Francis, masih terlalu dini untuk
menyimpulkan.
"Pemanasan laut Arktika terjadi
dengan cepat hanya dalam waktu
15 tahun terakhir," jelas dia.
Menurut dia data yang mereka
miliki sangat sedikit untuk dapat
menyimpulkan apakah kondisi
cuaca itu diakibatkan perubahan
iklim.
"Tetapi ketika jika mendapatkan
data yang lebih banyak, saya
berpikir kami akan mulai melihat
pengaruh dari perubahan iklim."
(Sumber: bbc.co.uk/indonesia )

Black hole pertama

Lubang Hitam Pertama
Setelah Usia Alam
Semesta 400 Juta Tahun
Bagaimana keadaan alam
semesta dan kapan lubang
hitam pertama muncul setelah
ledakan Big Bang? Banyak
ilmuwan berpendapat bahwa
pada saat itu suhu alam
semesta sangat panas selama
ratusan juta tahun. Tetapi
penelitian dari Tel Aviv
University menyebutkan,
lubang hitam pertama kali
muncul terbentuk dari ledakan
bintang pertama setelah alam
semesta berusia 400 juta
tahun. Gas memanaskan ruang
angkasa dan meninggalkan
jejak gelombang radio, dimana
pada saat ini astronom bisa
mencarinya.
Penelitian gelombang radio
yang dipancarkan dari lubang
hitam pertama alam semesta
diterbitkan dalam jurnal
Nature edisi Februari 2014
yang ditulis oleh Dr Anastasia
Fialkov dari Tel Aviv University,
Ecole Normale Superieure, Dr
Eli Visbal dari Columbia dan
tim ilmuwan asal Universitas
Harvard.
Deteksi Lubang Hitam Pertama
Dari Hidrogen
Studi pengamatan lubang
hitam pertama secara tidak
langsung membuka misteri
asal usul alam semesta, pada
waktu itu terjadi pembentukan
bintang tertua. Alam semesta
dipenuhi dengan atom
hidrogen, dimana atom ini
digunakan sebagai salah satu
metode paling menjanjikan
dalam mengamati periode
bintang pertama, dengan cara
mengukur emisi hidrogen
menggunakan gelombang
radio.
Sejak adanya teleskop ruang
angkasa dan berbagai
peralatan fisika pendukung
ditempatkan disana, astronom
mampu menganalisa fenomena
alam semesta, termasuk
memperkirakan proses
pembentukan awal benda
langit milyaran tahun lalu.
Tehnik ini mempelajari sisa-
sisa materi masa lalu, cahaya
objek yang dipancarkan
berasal dari kejauhan pasti
membutuhkan banyak waktu
untuk mencapai Bumi. Hal ini
mengisyaratkan bahwa
astronom diberi kesempatan
untuk melihat bintang
pertama yang tercipta setelah
Big Bang.
Menurut tim ilmuwan,
astronom tidak perlu
mengamati benda yang jauh
untuk mencari bintang tertua.
Pemanasan kosmik yang
terjadi setelah Big Bang lebih
mudah ditemukan sehingga
mampu menyelidiki lubang
hitam pertama yang muncul
di alam semesta. Proses ini
didorong sistem bintang yang
disebut Binari Lubang Hitam,
dimana bintang besar
mengakhiri hidupnya dengan
ledakan supernova dan
meninggalkan sisa-sisa lubang
hitam ditempatnya.
Berdasarkan teori, gas yang
dikeluarkan bintang
pendamping akan ditarik
kedalam lubang hitang
sehingga menghasilkan
gravitasi yang kuat serta
memancarkan energi tinggi
radiasi X-Ray. Radiasi X-Ray
mampu mencapai jarak yang
sangat jauh dan diyakini telah
dipanaskan kembali oleh gas
bebas di ruang angkasa.
Kemudian radiasi X-Ray akan
didinginkan sebagai akibat
dari ekspansi kosmik asli.
Menurut Profesor Barkana,
pemanasan terjadi sangat
awal setelah terjadinya Big
Bang. Dalam pengamatan, tim
ilmuwan mengambil gambar
dengan sangat hati-hati
tergantung pada energi X-Ray
yang dikeluarkan.
Hasil prediksi
dinyatakan bahwa
lubang hitam pertama
telah memancarkan
gelombang radio ketika
alam semesta berusia
400 juta tahun, pada
saat itu ruang angkasa
penuh dengan
gelombang radio yang
dipancarkan oleh gas
hidrogen.
Semeetara menurut data
pengawasan NASA WAMP yang
dikerjakan selama 9 tahun,
data tahun 2012
memperkirakan umur alam
semesta 13772 milyar tahun
dengan ketidakpastian plus
minius 59 juta tahun.
Pengukuran menggunakan
puncak akustik pertama pada
latar belakang spektrum
gelombang mikro untuk
menentukan ukuran alam
semesta. Waktu perjalanan
cahaya ke permukaan Bumi
menghasilkan data akurat
dengan asumsi kesalahan
mendekati 1 persen.
Penemuan ini mematahkan
pandangan umum dan
menunjukkan bahwa teleskop
radio juga mampu mendeteksi
tanda-tanda pemansan kosmik
yang disebabkan lubang hitam
pertama di alam semesta.
Ilmuwan dan astronom kini
tengah membangun teleskop
radio untuk mendeteksi
gelombang dari hidrogen alam
semesta awal.
Referensi
New Study Finds the Early
Universe "Warmed Up" Later
than Previously Believed, 05
February 2014 by American
Friends of Tel Aviv University.
Image Helix Nebula via NASA.

Minggu, 16 Februari 2014

Penemuan galaxy


SAINS
Ribuan
Galaksi
Ditemukan
Pada Empat
Cluster
Galaksi 10 Miliar Tahun
Cahaya
Setidaknya tim astronom
internasional yang
dipimp... Selanjutnya
Ditemukan,
Bintang
Pertama
Lahir Setelah
Big Bang 13,7
Miliar Tahun Lalu
Jutaan bintang yang beredar
di luar angkasa
tidak... Selanjutnya
Lubang Hitam
Pertama
Setelah Usia
Alam Semesta
400 Juta
Tahun
Bagaimana keadaan alam
semesta dan kapan lubang
h... Selanjutnya
Bagaimana
Struktur
Permukaan
Dan Internal
Asteroid?
Bagaimana struktur
permukaan dan internal
asteroi... Selanjutnya
KOMENTAR
Penting! Komentar Spam Dan
SARA Akan Dihapus
Ini Narkoba yang Ditemukan di
Mobil Roger Danuarta
Keterangan Polisi Soal Tertangkapn
Roger Danuarta
Search
Selamatkan Laut Aral, 90
Persen Volume Air Hilang
50 Tahun Terakhir -
Sunday February 16,
2014
Ribuan Galaksi
Ditemukan Pada Empat
Cluster Galaksi 10 Miliar
Tahun Cahaya - Saturday
February 15, 2014
Monster Laut
Ichthyosaurus Tertua
Berusia 248 Juta Tahun -
Friday February 14, 2014
Kerangka Manusia Clovis
Berusia 12600 Tahun,
Nenek Moyang Amerika -
Thursday February 13,
2014
Sains Dan
+ 25
I
Follow @idsains 888 follow
Gratis Berlangganan,
Masukkan Email:
Kirim
Atau Follow Dan
Subscribe Feed
Arkeologi Bintang Bumi
Dinosaurus Fisika
Luar Angkasa Materi
Misteri Planet Sejarah
Spesis
Ribuan Galaksi
Ditemukan Pada Empat
Cluster Galaksi 10
Miliar Tahun Cahaya
Setidaknya tim astronom
internasional yang dipimpin
oleh Imperial College London
telah menemukan potensi
adanya ribuan galaksi pada
empat cluster galaksi asing
yang berada pada jarak 10
miliar tahun cahaya dari
Bumi. Ilmuwan masa
mendatang tidak akan pernah
menduga sejauh mana
eksplorasi selanjutnya,
terlebih dalam pencarian
exoplanet dan exomoon di luar
sistem tata surya kita.
Saat ini, tim astronom
menggunakan cara baru untuk
menggabungkan data dari dua
satelit European Space Agency,
Planck dan Herschel untuk
mengidentifikasi cluster
(kelompok galaksi) yang lebih
jauh daripada penelitian
sebelumnya. Mereka meyakini
akan menemukan lebih dari
2000 cluster galaksi asing
dengan tehnik ini dan
membantu untuk membangun
jadwal terperinci tentang
cluster galaksi tersebut
dibentuk. Tim peneliti terdiri
dari ilmuwan Inggris, Spanyol,
Amerika Serikat, Kanada, Italia
dan Afrika Selatan. Analisis
temuan empat cluster galaksi
baru diterbitkan pada Royal
Astronomical Society, sebagian
didanai oleh Science And
Technology Facilities Research
Council dan the UK Space
Agency.
Temuan Empat Cluster Galaksi
Mengandung Ribuan Galaksi
Seperti yang diketahui secara
umum, cluster galaksi
merupakan objek paling masif
di alam semesta yang bisa
saja berisi ratusan hingga
ribuan galaksi dan terikat
gravitasi satu sama lain.
Astronom mengidentifikasi
berbagai kelompok dekatnya,
mereka harus mencari lebih
jauh untuk memahami
bagaimana struktur tersebut
terbentuk. Dengan kata lain
harus mencari cluster pada
jarak paling jauh dari Bumi.
Sejauh ini, tim astronomi
hanya mampu menganalisa
jarak paling jauh 10 miliar
tahun, sehingga peneliti
melihat kemungkinan adanya
cluster yang bentuknya seperti
alam semesta baru berusia 4,5
miliar tahun. Cluster galaksi
dapat diidentifikasi pada jarak
tersebut karena mengandung
galaksi dimana sebagian besar
debu dan gas sedang
dibentuk menjadi bintang,
proses ini tentunya
memancarkan cahaya dan
tertangkap citra satelit.
Tim astronom ternyata
menemukan pembentukan
galaksi elips raksasa, dimana
menurut teori galaksi elips
memiliki banyak bintang dan
sedikit debu gas. Sebagian
cluster galaksi di alam
semesta saat ini didominasi
oleh galaksi elips raksasa
dimana abu dan gas telah
membentuk bintang. Mereka
menggabungkan data dari
satelit Planck yang diperoleh
akhir tahun lalu dan satelit
Herschel yang mensurvei
bagian tertentu secara
terperinci.
Dari enam belas
sumber yang diteliti,
sebagian dikonformasi
sebagai galaksi tunggal
dan empat sumber
menandakan keredupan
cahaya yang
menunjukkan adanya
cluster galaksi yang
sebelumnya tidak
diketahui.
Melanjuti penelitian tersebut,
astronom menggunakan data
tambahan dan pengamatan
baru untuk memperkirakan
jarak cluster dari Bumi dan
menentukan galaksi yang
membentuk bintang di
dalamnya. Sekarang, astronom
mulai mencari cluster galaksi
lainnya dengan menggunakan
tehnik ini dengan tujuan
untuk melihat lebih jauh
tahap awal pembentukan
cluster.
Referensi
Four new galaxy clusters take
researchers further back in
time, 12 February 2014 by
Imperial College London.
Journal ref: Herschel
Multitiered Extragalactic
Survey: clusters of dusty
galaxies uncovered by
Herschel and Planck . MNRAS,
2014. Image courtesey of Abell
2744 Galaksi Cluster via JPL
NASA.

Sabtu, 15 Februari 2014

kode unik android

Berikut adalah kode-kode rahasia unik di hp android yang bisa dicoba dan dimanfaatkan : 1. *#*#0*#*#* kode ini untuk melakukan tes LCD dan ketika kita mengetikkan kodenya maka akan muncul beberapa pilihan tes yang bisa kita pilih. 2. *#*#0673#*#* atau bisa juga *#*#0289#*#* kode ini untuk melakukan pengetesan sistem melodi perangkat android kita apakah masih berfungsi normal atau tidak. 3. *#*#4636#*#* kode ini akan menampilkan beberapa informasi seperti informasi telephone, informasi baterai, statistik penggunaan dan informasi Wi-Fi. Asyiknya lagi dengan kode ini kita bisa tahu kondisi baterai perangkat android kita lebih rinci. 4. *#*#0842#*#* kode ini untuk mengetes fungsi vibrasi atau getaran yang ada di perangkat. 5. *#*#232331#*#* kode untuk mengetes bluetooth, jika ikon bluetooth muncul di status bar berarti perangkat transfer data ini masih normal. 6. *#*#2663#*#* kode untuk mengetahui versi layar sentuh. 7. *#*#2664#*#* kode untuk mengetes kondisi layar sentuh, apakah masih bisa merespon sentuhan jari-jari lembut kita atau tidak… hehe. 8. *#*#0588#*#* kode untuk mengetes fungsi sensor proximity, coba ketikkan kodenya lalu dekatkan sensor proximity dengan jarak 5 – 10 cm ke tubuh atau anggota badan kita yang lain, kalau perangkat android kita bergetar dan warna layar berubah menjadi biru berarti sensor proximity masih normal. Fungsi sensor proximity ini sangat penting dan sebaiknya harus diaktifkan karena saat kita akan menelepon atau mengangkat panggilan telepon sensor ini akan mematikan atau menutup layar yang sedang aktif ketika ponsel kita dekatkan ke telinga sehingga fungsi- fungsi yang ada di layar aktif tersebut tidak tersentuh oleh telinga. 9. *#*#7780#*#* kode untuk RESET DATA, jangan dicoba karena akan menghapus akun google yang sudah tersimpan di ponsel kita, dan juga akan menghapus sistem aplikasi data dan pengaturan. Oke mungkin itu dulu yang perlu kita ketahui sebagai pengguna smartphone android. Dengan kode-kode rahasia unik di hp android ini paling tidak kita bisa mengetahui kondisi hardware dan software perangkat android kita masih berfungsi normal semua atau tidak. Go Go Android