Rabu, 28 Agustus 2013

Sejarah candi borobudur

Candi borobudur merupakan salah satu obyek wisata yang terkenal di Indonesia yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Nama Borobudur berasal dari gabungan kata Boro dan Budur, Boro berasal dari kata Sangsekerta berarti “ Vihara” yang berarti komplek Candi dan Bihara atau juga asrama ( Menurut Purwacaraka Dan Stuten Herm ) sedangkan Budur dalam bahasa Bali “ Bedudur” yang artinya di Atas. Jadi nama Borobudur berarti asrama atau bahasa ( Komplek Candi ) yang terletak di atas bukit Waktu didirikannya Candi Borobudur tidaklah dapat diketahui dengan pasti namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli Candi Borobudur ( Karwa Wibhangga ) menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasati di akhir abad ke – 8 sampai awal abad ke – 9 dari bukti – bukti tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800 M. Candi Borobudur dibangun sekitar tahun 800 sebelum masehi atau abad ke 9 . Borobudur dibangun oleh pengikut Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Dinasti Dinasti. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti dinasti. Pendiri Candi Borobudur, Raja Samaratungga dari atau dinasti dinasti dinasti. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar 824 AD dan selesai sekitar 900 Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani putri Samaratungga. Sementara arsitek yang membantu membangun candi ini untuk cerita turun-temurun bernama Gunadharma. Borobudur kata-kata sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, yang memberikan nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis bahwa orang tua yang memberikan nama ini Candi Borobudur. Hanya satu dokumen tertua yang menunjukkan adanya candi ini Nagarakretagama buku yang ditulis oleh MPU tahun 1365 Prapanca Buku tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat untuk meditasi Buddhis. Arti dari "biara di pegunungan" nama Borobudur yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (bukit atau tanah tinggi) di sansekerta. Oleh karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadah Buddha. Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Jadi, karena letusan gunung berapi, menutupi sebagian besar bangunan Borobudur tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga ditutupi dengan berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad- abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan dalam waktu Islam datang ke Indonesia sekitar abad ke-15. Pada tahun 1814, ketika Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar tentang penemuan benda arkeologi besar di desa Bumisegoro Kabupaten Magelang. Karena minat yang besar dalam sejarah Jawa, dan kemudian segera memerintahkan Raffles HC Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar. Cornelius dibantu oleh sekitar 200 orang jatuh pepohonan dan menyingkirkan semak yang menutupi bangunan raksasa. Karena bangunan sudah rapuh dan bisa runtuh, kemudian melaporkan kepada Kornelius penemuan Raffles berisi beberapa gambar. Sejak penemuannya, adalah Raffles bernama pria yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh kawasan candi telah digali. Candi ini diadakan kembali di era kolonial Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1956 Pemerintah Indonesia meminta bantuan dari UNESCO untuk memeriksa kerusakan Borobudur. Jadi, pada tahun 1963. Dari keputusan Pemerintah Indonesia resmi untuk melaksanakan pemugaran Candi Borobudur oleh UNESCO ini namun dipulihkan hanya benar-benar mulai terjadi pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses renovasi baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, ditunjuk Borobudur sebagai Dunia atau World Heritage Site oleh UNESCO.

globe tertua

National Geographic Indonesia Atas Apakah Globe Tertua Ini Terkait dengan Leonardo da Vinci? Arkeologi | Senin, 26 Agustus 2013, Pukul 1:00 WIB Globe (bola dunia) tertua ditemukan di Florence, Italia, diperkirakan dibuat awal tahun 1500-an dibuat dari 2 buah bagian bawah telur unta. Globe diukir (digambar) dengan detail yang samar-samar tentang peta Amerika berdasarkan sumber yang berhasil dikumpulkan oleh para penjelajah Eropa seperti Christopher Columbus dan Amerigo Vespucci. Menurut Washington Map Society, globe tersebut juga dihiasi dengan gambar monster, gelombang yang terjalin satu sama lain bahkan seorang pelaut. Penemuan ini mengundang rasa penasaran peneliti asal Belgia S. Missinne, mengenai seluk beluk globe mulai dari asal, tanggal dibuatnya, geografinya dan lain-lainnya. "Setelah semua orang tidak mengetahui mengenai seluk beluk globe tertua ini, dan ini merupakan penemuan yang langka, maka saya bersemangat untuk meneliti lebih jauh lagi. Semakin banyak penelitian yang telah kami lakukan maka kami akan menemukan sebuah hasil penelitian yang besar," ujar S. Missinne. Pemiliknya adalah seorang yang anonim yang membeli globe tua tahun 2012 saat acara London Map Fair, mengijinkan Missinne, untuk meneliti lebih lanjut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan penanggalan radiokarbon, pengujian topografi komputer, pengujian tinta, analisa geografi, kartigrafi dn sejarah. Dari hasil penelitian diperkirakan globe dibuat sekitar tahun 1504. Meskipun si pembuat bola dunia tersebut tidak diketahui, Missinne menduga karya ini ada hubungannya dengan Leonardo da Vinci. Peneliti melihat beberapa kesamaan antara ukiran kapal yang berada di globe dan karya seni lain yang terkait dengan Leonardo.

Banyak sel telur hewan akan dihidupkan di planet lain

National Geographic Indonesia Atas Bank Sperma Hewan untuk Dihidupkan di Planet Lain Sains dan Teknologi | Rabu, 28 Agustus 2013, Pukul 16:54 WIB Sekelompok peneliti dari Jepang baru saja meluncurkan bank sperma khusus untuk spesies terancam punah. Mereka menggunakan teknologi pengeringan beku dengan harapan nantinya di masa depan bisa membangun kembali populasi fauna di planet lain. Peneliti dari Institute of Laboratory Animals Graduate School of Medicine di Kyoto University, Jepang, menyimpan sperma yang diambil dari dua primata terancam punah yang tidak disebutkan jenisnya dan satu tipe jerapah. Demikian dikatakan pendamping profesor Takehito Kaneko, dilansir Rabu (28/6). Mereka mencampur sperma tersebut dengan cairan pengawet istimewa dan mengering- bekukannya dalam suhu empat derajat Celcius. Rendahnya suhu ini lebih tinggi, namun lebih hemat energi dibanding cara menyimpan sperma konvensional. Sebelumnya, Kaneko dan kolega berhasil mengering-bekukan sperma tikus tanpa menggunakan perangkat nitrogen cair. Mereka juga mampu membuktikan adanya kelangsungan hidup dari spermatozoa hingga lima tahun berikutnya. "Dengan cara ini, para pakar bisa menyediakan informasi genetik lebih mudah. Artinya, kita bisa membantu memulihkan kembali spesies terancam punah," ujar Kaneko. Namun demikian, ditegaskan tidak adanya penerapan teknologi ini pada manusia. Tapi tidak menutup kemungkinan hal ini akan dieksplorasi di masa depan. "Mungkin nampak seperti mimpi, tapi kita bisa memasuki masa depan dengan membawa informasi genetika ke luar angkasa," papar Kaneko yang menambahkan hal ini bisa membantu penyediaan populasi hewan di koloni masa depan. Perkembangan berikutnya adalah membuat sperma ini bisa disimpan dalam suhu ruang, namun dalam periode singkat. Ini membuatnya aman ketika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, misalnya bencana alam. Tantangannya kini hanya satu: bisa menghasilkan cara untuk membekukan telur --pasangan sperma yang akhirnya mewujudkan makhluk hidup.